Berita

Majelis Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Gelar Maulid Nabi 1448 H di Makam Eyang Sapu Jagad Kuningan

35
×

Majelis Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Gelar Maulid Nabi 1448 H di Makam Eyang Sapu Jagad Kuningan

Sebarkan artikel ini

DetikJurnalis.My.Id / Kuningan – Dalam rangka menyambut dan memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H, Majelis Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani menggelar rangkaian kegiatan keagamaan yang penuh khidmat di kawasan Makam Eyang Sapu Jagad (Syekh Anda Mui), Desa Pesawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Sabtu (29/8/2026).

 

Acara yang dimulai sejak pukul 15.30 WIB ini dihadiri oleh puluhan jamaah dari berbagai daerah, menciptakan suasana religius dan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW serta mempererat tali silaturahmi antarjamaah.

 

Hadirnya Tokoh Agama dan Jamaah Lintas Wilayah

 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Abah Yai Erfandi, pimpinan Majelis Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani. Turut hadir dalam acara tersebut Ustadz Pandi beserta rombongan jamaah dari Brebes, Ustadz Ismail selaku tokoh agama setempat, serta Ustadz Dali yang bertindak sebagai juru kunci makam. Antusiasme juga ditunjukkan oleh masyarakat Desa Pesawahan dan wilayah sekitarnya yang memadati lokasi acara.

 

Rangkaian kegiatan dipandu oleh Ustadz Jassa, tokoh agama wilayah, yang memastikan jalannya acara berlangsung tertib dan hikmat. Sejak awal, para jamaah tampak antusias mengikuti setiap sesi ibadah dan dzikir yang diselenggarakan di tempat bernilai sejarah dan spiritual tinggi tersebut.

 

Lantunan Al-Barzanji Gema Kecintaan kepada Rasulullah

 

Acara dibuka dengan pembacaan kitab Al-Barzanji, yang berisi pujian, shalawat, serta kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Lantunan shalawat menggema di halaman Makam Eyang Sapu Jagad, diikuti oleh jamaah dengan penuh penghayatan.

 

“Peringatan Maulid Nabi ini bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana untuk mengingat kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar salah satu pengurus panitia. Melalui momen ini, umat Islam diajak untuk meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah, seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, serta semangat menjaga persatuan.

 

Sholat Tasbih dan Dzikir Manaqib Puncak Spiritualitas

 

Memasuki waktu malam, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Tasbih setelah Ba’da Magrib. Para jamaah tetap berkumpul dengan khusyuk, menjadikan suasana malam di kawasan makam semakin terasa sakral.

 

Puncak acara berlangsung setelah Ba’da Isya, yaitu Tawasul dan Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani yang dipimpin langsung oleh Abah Yai Erfandi. Dzikir Manaqib dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa, serta mengambil hikmah dari perjuangan para ulama dan orang saleh. Jamaah tampak memenuhi lokasi, mengikuti bacaan tawasul dan dzikir secara serempak dengan semangat spiritual yang tinggi.

 

Memperkuat Ukhuwah Islamiyah

 

Kehadiran jamaah dari berbagai wilayah, termasuk rombongan dari Brebes, menunjukkan kuatnya semangat persatuan dalam menjalankan syiar agama. Abah Yai Erfandi bersama para tokoh agama berharap kegiatan ini dapat membawa keberkahan bagi seluruh umat, sekaligus menjadi pengingat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

 

“Semoga peringatan Maulid Nabi ini mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Rasulullah SAW dan mendorong masyarakat untuk mengamalkan ajaran Islam yang penuh kedamaian,” harap Abah Yai Erfandi.

 

Hingga akhir acara, kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Antusiasme jamaah yang bertahan dari sore hingga malam hari menjadi bukti nyata tingginya semangat masyarakat dalam melestarikan tradisi keagamaan dan kecintaan mereka kepada Nabi Besar Muhammad SAW.

 

 

Tentang Majelis Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani:

Majelis Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani adalah komunitas keagamaan yang berfokus pada pengamalan dzikir, shalawat, dan penanaman nilai-nilai tasawuf serta akhlak mulia berdasarkan tuntunan Syekh Abdul Qodir Al Jaelani. Majelis ini aktif menggelar kegiatan sosial dan keagamaan untuk memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.

(Red/Komarudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *