Uncategorized

DMI DKI Jakarta Gelar Pelatihan Khotib di Puncak: Tekankan Etika, Disiplin, dan “Ibda Binafsi” demi Dakwah

×

DMI DKI Jakarta Gelar Pelatihan Khotib di Puncak: Tekankan Etika, Disiplin, dan “Ibda Binafsi” demi Dakwah

Sebarkan artikel ini

Detikjurnalis.my.id / Puncak Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta menggelar Pelatihan Khotib Jumat pada 12–13 Agustus 2026 di Ravent Hotel, Puncak, Bogor. Kegiatan strategis ini bertujuan meningkatkan kompetensi para khatib, tidak hanya dalam penguasaan fikih khutbah, tetapi juga teknik penyampaian, disiplin, etika, serta keteladanan dalam berpenampilan sebagai figur sentral umat.

 

Ketua Panitia Pelatihan, KH Mursidi, dalam sambutannya menekankan bahwa menjadi seorang khatib bukan sekadar tentang kemampuan retorika atau berbicara di hadapan umum. Lebih dari itu, seorang khatib harus memiliki pemahaman agama yang mendalam, serta menjunjung tinggi integritas yang mencerminkan kehormatan tugasnya.

 

KH Mursidi juga menyinggung pentingnya identitas dan perbaikan diri (ibda binafsi) bagi para khatib.

 

“Disiplin dan etika sebagai khatib menjadi cerminan dalam pelatihan kali ini. Semangatnya adalah ibda binafsi, bagaimana kita bersama membangun DKI Jakarta yang lebih baik dimulai dari perbaikan diri kita sendiri. Sarung dan kopiah bukan hanya pakaian, tetapi bagian dari ruh dan identitas khatib,” ujar KH Mursidi.

 

 

Khatib Sebagai Figur Sentral dan Teladan

 

Sementara itu, Ketua PW DMI Provinsi DKI Jakarta, KH Ma’mun Alayyubi, menyoroti posisi strategis seorang khatib dalam ibadah Salat Jumat. Ia menegaskan bahwa khatib adalah sosok yang paling ditunggu dan menjadi pusat perhatian jamaah sebelum salat dilaksanakan.

 

“Ketika hari Jumat, khatib adalah orang yang paling ditunggu dan menjadi sentral dalam salat Jumat. Karena itu, yang pertama kali dilihat jamaah adalah penampilannya. Penampilan khatib perlu disiapkan dengan baik, tetap sesuai dengan karakter, dan menjaga kehormatan tugasnya,” tegas KH Ma’mun.

 

Selain membahas aspek keagamaan dan personal, KH Ma’mun juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi DMI yang profesional. Ia mengajak seluruh jajaran untuk melakukan pembenahan administrasi, program, dan anggaran agar semakin akuntabel, transparan, dan berkualitas dalam melayani umat.

 

 

Membangun Dakwah yang Substansial dan Beradab

 

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi khatib sesuai tuntunan fikih dan syariat, sekaligus mengasah kemampuan komunikasi publik, kedisiplinan waktu, serta etika bergaul. Dengan demikian, para khatib tidak hanya mampu menyampaikan khutbah secara benar secara substansi materi, tetapi juga hadir sebagai figur yang memberikan pencerahan, ketenangan, dan keteladanan nyata bagi umat di tengah tantangan sosial modern.

 

Melalui kegiatan ini, PW DMI Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan masjid. Hal ini merupakan bagian integral dari penguatan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat (community center) dan kontribusi positif terhadap pembangunan karakter masyarakat di DKI Jakarta.

(Red/JP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *