Bisnis dan Ekonomi

Kolaborasi Pelni, KSOP Tanjung Priok, dan Pelindo Kirim 50 Ton Bantuan ke NTT via KM Tidar; Ongkos Muatan Digratiskan

×

Kolaborasi Pelni, KSOP Tanjung Priok, dan Pelindo Kirim 50 Ton Bantuan ke NTT via KM Tidar; Ongkos Muatan Digratiskan

Sebarkan artikel ini

DetikJurnalis.My.Id / Jakarta Utara – Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Tanjung Priok secara resmi mengumumkan kesiapan penuh dalam mendistribusikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana.

 

Dalam konferensi pers yang digelar hari ini, Jumat (21/8/2026), di area operasional Pelni Pelabuhan Tanjung Priok, ketiga instansi menegaskan sinergi kolaboratif yang mencakup penyediaan armada kapal, fasilitas posko terpadu, serta penggratiskan ongkos kirim muatan bantuan.

Kapal KM Tidar telah ditunjuk sebagai armada utama untuk pengiriman tahap pertama. Kapal ini dijadwalkan bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok pada tanggal 29 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB dan diperkirakan tiba di Maumere pada tanggal 2 September 2026 antara pukul 18.00 hingga 19.00 WITA, dengan durasi perjalanan kurang lebih tiga setengah hari. KM Tidar memiliki kapasitas geladak sebesar 50 ton/meter kubik yang dialokasikan khusus untuk logistik kemanusiaan. Hingga saat ini, bantuan yang telah terhimpun mencapai hampir 5 ton, sehingga masih tersedia ruang signifikan bagi tambahan kontribusi dari publik dan stakeholder maritim sebelum batas akhir pengumpulan pada tanggal 28 Agustus 2026.

 

Kepala Cabang Pelni DKI Jakarta, Ardi, menyatakan bahwa manajemen Pelni masih bersikap fleksibel terhadap durasi penerimaan bantuan. “Prinsipnya kami masih standby dan menunggu instruksi lebih lanjut dari kantor pusat maupun pemerintah. Selama belum ada penutupan atau pembatasan, kami tetap menerima muatan bantuan. Kami juga tidak membatasi durasi penerimaan bantuan selama pemerintah pusat dan daerah khususnya di NTT masih membutuhkan,” ujar Ardi. Ia menambahkan bahwa kemungkinan pengiriman lanjutan menggunakan kapal lain tetap terbuka apabila masa tanggap darurat berlanjut melebihi jadwal keberangkatan KM Tidar.

 

Dukungan regulasi dan fiskal diberikan secara penuh oleh Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui KSOP Utama Tanjung Priok. Kepala Cabang Pelabuhan (Kacabpel) Tanjung Priok, Kurniawan, mengonfirmasi penerapan diskon tarif 100% atau gratis ongkos kirim eksklusif untuk muatan barang bantuan kemanusiaan di atas kapal penumpang/feri. Kebijakan ini merupakan standar prosedur tanggap darurat yang memiliki preseden jelas, sebagaimana pernah diterapkan saat penanganan bencana di Sumatera dan Aceh. Kurniawan menekankan bahwa kebijakan ini hanya berlaku untuk muatan barang, bukan tiket penumpang, dan telah dikomunikasikan kepada seluruh stakeholder pelabuhan termasuk pengusaha terminal dan pusat pelayanan pelayaran.

Fasilitasi darat disediakan oleh PT Pelindo Cabang Tanjung Priok melalui Posko Bersama Kemanusiaan yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak (Surabaya), dan Makassar. General Manager (GM) Pelindo Cabang Tanjung Priok, Yandri, menjelaskan bahwa posko ini berfungsi sebagai titik konsolidasi bantuan dari karyawan BUMN, mitra kerja, lembaga sosial, komunitas, maupun masyarakat umum. Jenis bantuan yang paling mendesak dibutuhkan meliputi sembako, pakaian layak pakai, obat-obatan, alat-alat bayi, serta makanan siap saji (ready to eat). Para donatur diimbau untuk senantiasa memperhatikan masa kedaluwarsa (expired date) barang bantuan agar tetap aman saat tiba di lokasi.

Ardi mengapresiasi sinergi yang terbangun antar-instansi. “Saya mewakili manajemen PT Pelni mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kementerian Perhubungan, Ditjen Perhubungan Laut, KSOP Utama Tanjung Priok, dan Pelindo Cabang Tanjung Priok yang telah memberikan dukungan instruksi diskon 100%, fasilitasi tempat posko yang sangat baik, serta koordinasi mitra maritim yang kuat. Saya yakin seluruh upaya bantuan bencana di NTT dapat berjalan sangat baik,” tegasnya.

 

Operasional Posko Bersama Kemanusiaan akan tetap dibuka hingga tidak ada lagi instruksi penutupan dari pemerintah pusat atau hingga masa tanggap darurat bencana di NTT dinyatakan berakhir secara resmi. Kolaborasi strategis antara Pelni (armada), KSOP (regulasi), dan Pelindo (fasilitas darat) ini menjadi bukti nyata komitmen negara dan BUMN dalam mempercepat pemulihan pasca-bencana serta meringankan beban saudara-saudara sebangsa di wilayah timur Indonesia.

(Red/ HP)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *