DetikJurnalis.my.id / Jakarta Utara – Semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat mewarnai kegiatan Pesta Rakyat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang digelar pada Selasa, 18 Agustus 2026, di pelataran Jakarta International Stadium (JIS), wilayah Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, mulai dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan, pemerintah wilayah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Selain memeriahkan HUT RI ke-81, kegiatan juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus menyampaikan deklarasi anti tawuran sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif di tengah masyarakat Jakarta Utara.
Salah satu tokoh masyarakat yang hadir dan memberikan pandangan dalam kegiatan tersebut adalah Jack Melon, Ketua FBR Gardu 102 Kuda Hitam Papanggo sekaligus Anggota FKDM Kota Jakarta Utara.
Dalam keterangannya, Jack Melon menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata-mata tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keterlibatan FKDM dari tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan bersama pemerintah, TNI-Polri, organisasi masyarakat, dan tokoh masyarakat merupakan bentuk nyata sinergi untuk menjaga kondusivitas wilayah.
“Pada prinsipnya kita semua bersatu. Tidak ada yang terpecah-belah. Deklarasi ini merupakan komitmen bersama untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman dan kondusif bagi masyarakat,” ujar Jack Melon.
” Jack Melon berharap sinergi antara masyarakat dengan pemerintah di Jakarta Utara dapat terus ditingkatkan. Komunikasi yang baik dari tingkat kota hingga lingkungan paling bawah sangat dibutuhkan agar berbagai persoalan masyarakat dapat diketahui lebih cepat. Lurah, RW, dan RT dinilai memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Harapan kita semua, khususnya masyarakat, bisa semakin menyatu dengan pemerintah. Sinergi, kolaborasi dan komunikasi harus terus dibangun, baik secara lisan maupun melalui penyampaian aspirasi masyarakat mengenai berbagai persoalan yang ada di wilayah,” katanya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut. Kehadiran TNI-Polri, FKDM, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan.
Dalam rangkaian kegiatan juga dilaksanakan pembagian paket sembako kepada masyarakat. Untuk wilayah Kecamatan Tanjung Priok, pembagian berlangsung di dua titik: pelataran JIS dan Gelanggang Olahraga (GOR) Sunter, Jalan Danau Sunter Selatan.
” Jack Melon menyoroti pentingnya pendataan yang akurat dalam pembagian bantuan. Di lapangan terdapat warga yang membawa kupon dan ada pula yang datang tanpa kupon, sehingga perlu disikapi secara bijaksana melalui verifikasi dan koordinasi petugas.
“Kalau bicara masalah ada yang membawa kupon ataupun tidak, tentunya harus dilihat dan diverifikasi. Ini pesta rakyat dan memang untuk rakyat. Harapannya tidak ada masyarakat yang tertinggal,” jelasnya.
Mekanisme pembagian tetap mengikuti ketentuan panitia, namun aspirasi dan kondisi masyarakat di lapangan juga harus menjadi perhatian.
“Pesta rakyat adalah milik rakyat. Segala sesuatunya dari rakyat dan untuk rakyat. Jangan sampai masyarakat ditinggalkan,” tegasnya.
Ia menekankan kegiatan tidak hanya harus meriah, tetapi juga bermanfaat dan memperkuat rasa kebersamaan. Evaluasi pelaksanaan perlu dilakukan secara berkala, dan kekurangan dalam pendataan maupun distribusi bantuan harus menjadi bahan perbaikan untuk kegiatan berikutnya.
” Jack Melon berharap Pemerintah Kota Jakarta Utara dapat meningkatkan perhatian terhadap kondisi masyarakat secara lebih detail melalui jajaran kelurahan, RW, dan RT. Pendataan yang akurat menjadi kunci agar program pemerintah, termasuk bantuan sosial, dapat tepat sasaran.
“Harapan saya, pemerintah khususnya jajaran wilayah Jakarta Utara lebih memperhatikan warga secara detail melalui lurah, RW bahkan sampai RT. Apa pun yang berkaitan dengan masyarakat, baik pembagian sembako maupun kegiatan lainnya, harus melibatkan masyarakat dan didukung pendataan yang lebih terperinci,” ungkapnya.
Pemerintah tentu memiliki keterbatasan menjangkau seluruh persoalan secara langsung, sehingga unsur masyarakat dan organisasi di tingkat lingkungan dapat menjadi mitra dalam menyampaikan informasi dan aspirasi warga.
Deklarasi anti tawuran diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Seluruh elemen masyarakat harus ikut menjaga lingkungan dan mencegah potensi tawuran sejak dini. Pencegahan membutuhkan keterlibatan bersama — keluarga, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, pengurus lingkungan, pemerintah, serta aparat keamanan.
“Yang kita harapkan adalah bagaimana semua pihak bisa bersinergi. Pemerintah, masyarakat, TNI-Polri, FKDM dan seluruh elemen yang ada harus bersama-sama menjaga wilayah agar tetap aman, nyaman dan kondusif,” ujarnya.
Persatuan menjadi modal penting; perbedaan latar belakang organisasi maupun kelompok tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah-belah.
Peringatan HUT RI ke-81 di pelataran JIS tidak hanya menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga ruang memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.Jack Melon berharap semangat persatuan tersebut dapat terus dipertahankan setelah rangkaian perayaan berakhir.
“Pemerintah maupun masyarakat pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan. Yang penting bagaimana kita melihat kekurangan itu untuk diperbaiki bersama. Dengan komunikasi, sinergi dan kolaborasi yang baik, kita berharap Jakarta Utara semakin aman, nyaman dan kondusif,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bersama untuk memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, persatuan masyarakat, serta komitmen menjaga keamanan wilayah Jakarta Utara.
(Red/JP)






